Sabtu, 14 April 2012

Memahami dan Membaca Bollinger Band


bollinger band
Ada 4 Fase Gerakan Bollinger band yang harus kita pahami sehingga kita bisa menentukan strategi yang akan dipakai pada masing-masing kondisi  , yaitu :
1. Kondisi Normal
Kondisi bollinger normal ditandai dengan lebar pita band cenderung sama dari waktu ke waktu .Dengan bentuk mandatar namun tidak menyempit, atau miring sesuai trend dengan tingkat kemiringan dibawah 45 derajat.
Pada kondisi bollinger normal market akan bergerak bolak balik diantara pita band. Artinya ketika market menyentuh pita luar band, maka market akan kembali ketengah .
Sehingga pita bollinger bands juga disebut sebagai dinamis support / resistance  .
Pada kondisi bollinger normal , strategi yang cocok digunakan adalah strategi scalping.

 fase bollinger band normal
2. Fase persiapan break
Fase persiapan break ini ditandai dengan bollinger yang cenderung menyempit atau mendatar . Penyebabnya bisa jadi karena market benar-benar sepi ,atau karena penjual dan pembeli sedang menunggu .

Strategi yang bisa digunakan pada kondisi ini adalah strategi jebakan (traping)

 fase penyempitan
3. Fase Break
Kondisi break ditandai dengan pita atas dan bawah melebar menjauh .Ini terjadi karena membludaknya order sehingga tenaga market begitu besar . Dampaknya market akan bergerak lurus.
Pada fase break tidak  mungkin terjadi pembalikan arah trend secara normal, keculai terjadi konvergen .
Strategi yang cocok pada kondisi seperti ini adalah strategi breakout.


 fase break
4. Fase Normalisasi Break
Fase ini adalah untuk mencari keseimbangan dan testing trend.Disinilah kekuatan sebuah trend di uji .
Fase ini ditandai dengan pita band yang bergerak searah sesuai trend yang telah dibentuk. Dampaknya grafik akan mendatar atau membentuk pola wedges . Pada kondidi seperti ini sebaiknya jangan masuk ke pasar, melainkan menunggu sampai muncul signal selanjutnya


 fase keseimbangan
 5. Fase Penutupan Break
Pada fase penutupan break ini pita bollinger akan menyempit . Arah market pada fase ini biasanya mendatar atau berlawanan dengan trend yang baru saja terbentuk.
Pada kondisi seperti ini sebaiknya menunggu konfirmasi dari signal yang akan muncul selanjutnya .

 fase setelah break
Itulah cara membaca bollinger bands , yang pada awalnya berfungsi untuk mengukur keramaian pasar. Dalam perkembangannya seorang trader bisa  menentukan arah market selanjutnya dari hanya membaca bollinger bands seperti di atas.

Cara Membaca Candlestick Chart



candlestick cara membaca
Salah satu cara menganalisa secara teknikal adalah dengan membaca candlestick chart .Menurut analisa teknikal, dari data yang diberikan candlestick yang telah terbentuk,kita bisa memprediksi seperti apa candle  selanjutnya yang akan terbentuk .Apakah candle Naik atau Candle turun .Sehingga jika kita memiliki gambaran candle apa yang akan terbentuk ,kita bisa mengambil keputusan apakah membeli kontrak Naik atau kontrak Turun .
Secara psikology , candle terbentuk karena adanya tekanan penjualan dan dorongan pembelian. Perbedaan besarnya kenanan dan dorongan inilah yang kemudian menyebabkan bentuk candlestik berbeda satu sama lainnya .
Kronologi terbentuknya candlestick :
- Ketika ada banyak pembeli yang melakukan pembelian , harga market semakin meningkat sehingga pada akhir periode market ditutup diatas harga  pembukaan ,akhirnya terbentuklah candle Naik ( hijau ) .
Besarnya dorongan beli bisa diukur dari pergerakan market dari Low sampai Close . Semakin besar dorongannya , maka semakin besar body candle yang terbentuk . Sehingga besarnya body candle hijau ini menunjukan dominasi pembeli.
- Ketika banyak trader yang melakukan penjualan , harga market semakin turun ,sehingga pada akhir peiode biasanya nilai penutupan market dibawah harga pembukaan . Kondisi inilah yang menyebabkan candle yang terbentuk berwarna merah (turun) .
Pada candle Turun ( merah) tekanan penjual diukur dari High sampai Close. Semakin besar tekanan penjualan, maka harga akan semakin jatuh dan semakin membentuk body candle merah yang panjang. Sehingga besarnya body candle merah ini menunjukan besarnya dominasi penjual.


 

Untuk menentukan arah candle selanjutnya , ada beberapa yang harus di perhatikan . Yaitu :
1. Perlawanan
2. Percepatan gerak
3. Perlambatan laju
4. Percobaan Balik arah
5. Konvergen
1.  PERLAWANAN
Pointnya adalah ketika salah satu pihak mendominasi pasar maka candle akan bergerak searah .Misalnya ketika Pembeli mendominasi pasar maka candle akan terus searah naik .Selama tidak ada perlawanan dari penjual ( tidak ada penjualan yang berarti ) candle yang terbentuk mengikuti arah candle sebelumnya.
Sampai suatu saat sebagian trader merasakan harga sudah terlalu tinggi atau sudah terlalu jenuh , maka  muncul lah aksi penjualan sebagi bentuk perlawanan dari penjual . Salah satu penyebabnya adalah aksi profit taking .
Bentuk perlawanan ditunjukan oleh ekor candle .Ketika perlawanan lebih besar dari dominasi , maka selanjutnya pihak yang melakukan perlawanan lah yang menang dan akan terjadi pergantian dominasi pasar, sehingga trend akan balik arah.Dari sini kita bisa memprediksi bahwa candle selanjutnya akan balik arah juga.
2. CANDLESTICK PERCEPATAN
Body sebuah candle yang lebih besar dari candle sebelumnya  menunjukan sebuah antusiasme . Maka ketika banyak trader yang berantusias membuka posisi , ini akan menghasilkan sebuah tenaga untuk menggerakan market jadi searah dengan jenis antusias itu. Apalagi tidak ada perlawanan , maka kita bisa memprediksi candle yang akan terbentuk searah dengan candle yang membesar .
3. CANDLESTICK PERLAMBATAN
Kebalikan dari antusias, keraguan trader untuk membuka posisi menyebabkanmarket bergerak melambat. Keraguan ini muncul karena trader menilai market sudah terlalu tinggi,  terlalu rendah, kondisi jenuh atau market berada di zona support & resistance . Dengan tidak adanya trader yang membuka posisi , maka tidak ada tenaga untuk menggerakan market.
Pada kondisi seperti ini kita harus siap siap membuka posisi balik arah ,karena market akan diambil alih oleh salah satu pihak.
4. CANDLESTICK PERCOBAAN BALIK ARAH
Pada posisi market yang jenuh akan ada pihak yang mencoba mengakhiri trend yang terjadi , yang ingin membalik arah kan sebuah trend. Namun kadang kala usaha itu diawali dengan sebuah test kondisi , yaitu mengetest apakah market benar -benar bisa dibalik arahkan atau tidak. Ini ditandai dengan ekor candle panjang yang berlawanan dengan arah trend yang sedang terjadi .
Kronologinya adalah sebelum periode berakhir seolah akan terbentuk candle yang berlawanan arah dengan candle sebelumnya .Menuju akhir period candle ditarik kembali dan ditutup menjadi searah dengan candle sebelumnya .
Adanya percobaan balik arah ini mengindikasikan akan terjadi balik arah. Sehingga pada kondisi ini kita bisa bersiap siap membuka posisi yang melawan trend .
5. CANDLESTICK KONVERGEN
Perlambatan body candle dan sebuah perlawanan (nomer 2 )menunjukan bahwa sebagian besar trader mengharapkan market balik arah. Namun  ketika tiba-tiba muncul sebuah candle yang menunjukan antusias tetap searah dengan trend yang sedang terjadi (moner 3), ini patut dipertanyakan.
Bisa diibaratkan ketika semua orang menginginkan satu hal, namun ada satu orang menginginkan hal yang berbeda ,maka jika dilihat dari tenaganya , tenaga satu orang ini sebenarnya kecil dan boleh dikatakan kosong,sehingga sangat mudah untuk dikalahkan .
Kondisi konvergen candle ini bisa juga terjadi karena  ada pihak-pihak tertentu yang ingin mendapatkan harga yang terbaik, walaupun sudah tahu market akan balik arah , namun tetap saja menariknya menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dulu untuk mendapatkan harga yang lebih baik, baru kemudian market dibalik arahkan.
Pada kondisi seperti ini , kita lihat indikator lainnya, jika indikator lain menyatakan konvergen juga,maka kita bisa membuka posisi yang berlawanan dengan trend yang terjadi.

Tips Forex Menentukan Titik Terendah dan Titik Tertinggi Koreksi



Breakout band menunjukan bahwa betapa besarnya tenaga market untuk menembus sebuah support atau resistance ,dan bergerak lebih jauh lagi untuk menciptakan sebuah trend. Namun tidak selamanya harga bergerak lurus naik atau turun .Ada kalanya harga melakukan koreksi untuk berpijak dan bergerak lebih jauh lagi
Berikut ini tips forex dalam menentukan titik tertinggi dan terendah sebuah koreksi setelah terjadi breakout bollinger band :
Cara menentukan titik tertinggi dan terandah koreksi yaitu dengan menggunakan indikator Money Flow Index periode 3 . 
Sebelumnya pada Money Flow Index (3) setting terlebih dahulu fixed minimum = 0 dan fixed maximum = 100 .
Pada trend naik ,jika indikator MFI (3) menyentuh angka Nol dan candlestik menyentuh garis tengah bollinger band periode 12 deviasi 2 . Maka itulah titik terendah dari sebuah koreksi.


Begitu pula dengan trend menurun ,ketika MFI (3) menyentuh angka 100 sedangkan candle beraada disekitar band tengah,ini adalah titik tertinggi koreksi setelah terjadi breakout band turun.


Dengan menggunakan tips forex ini kita bisa membuka posisi ketika harga pada posisi tertinggi dan terendah , artinya kita mendapatkan harga terbaik dengan kemungkinan rugi sangat kecil .

Tips Forex Menentukan Puncak Trend Setelah Breakout Band


Setelah Bollinger mengalami breakout ,tentu saja harga akan bergerak dengan sangat cepat dan kuat.Ini adalah moment yang sangat penting untuk mendulang profit.Namun permasalahannya adalah sampai dimanakah pergerakan akan berhenti dan balik arah ? Sehingga kita dapat menjaga profit kita ?
Dengan teknik ini kita bisa menentukan kapan Price akan balik arah , sehingga Profit yang telah kita dapatkan tetap masuk ke rekening dan tidak hilang.
Caranya :
- Ketika bollinger break naik, band high semakin naik band low semakin turun. Jika band low lebih tinggi dari band low sebelumnya ,berarti harga telah overbought dan High sebelumnya kita anggap sebagai puncaknya . Selanjutnya harga akan turun untuk koreksi.



- Begitu juga Ketika bollinger band break turun  , band high semakin naik band low semakin turun.jika band high lebih rendah dari band high sebelumnya , berarti harga telah oversold dan Low 01 kita anggap sebagai lembah .selanjutnya harga akan naik untuk koreksi.
Namun jika ternyata harga mampu menembus puncak , kita anggap telah terjadi break lanjutan dan harga akan terus merangkak naik karena tenaganya begitu kuat.


Dengan tips forex ini kita bisa memperkirakan sampai dimana ujung trendnya , sehingga ketika bollingerband sudah menunjukan ujung trend, ada 3 langkah yang bisa kita ambil yaitu :
1. Menutup posisi yang terbuka di ujung trend .
2. Membuka posisi baru di ujung trend dengan arah prediksi berlawanan dengan trend .
3. Menunggu konfirmasi apakah trend berlanjut, jika berlanjut maka mambuka posisi searah dengan trend.

Minggu, 08 April 2012

Untuk pertama kalinya Exness di FOREX leverage 1:2000


Traders yang terhormat,

Kami kembali mengurangi persyaratan margin, untuk pertama kalinya menawarkan klien dengan Mini account leverage unik dari 1:2000. Seperti perubahan besar dalam ukuran deposito memberikan pedagang dengan kebebasan yang lebih besar ketika memilih strategi perdagangan mereka, dan juga meningkatkan aksesibilitas perdagangan FOREX untuk semua yang menginginkannya.

Dari 12 Maret 2012 perusahaan menyiapkan nilai leverage maksimum berikut pada account Mini, tergantung pada besarnya dana pada rekening:

Leverage adalah rasio yang menunjukkan seberapa posisi dapat melebihi uang tunai klien. Dari Januari 2012 untuk account mini dengan dana di rekening kurang dari 5.000 USD (atau jumlah yang setara dalam mata uang lainnya), klien akan memiliki financial leverage maksimum yang tersedia 1:1,000. Dari Maret 2012 leverage maksimum dari 1:2000 yang tersedia untuk klien yang membuka rekening Mini dengan kurang dari $ 1000 (atau setara dalam mata uang lainnya). Menggunakan leverage adalah cara bagi klien untuk secara signifikan mengurangi persyaratan margin dan mengeksekusi strategi perdagangan yang kompleks.

Namun, karena biaya tumbuh dari lindung nilai posisinya, EXNESS merasa perlu untuk meningkatkan persyaratan margin dan saldo rekening klien. Akibatnya, leverage berubah juga. Leverage yang berikut akan berlaku untuk account mini:


Equity, USD Maximum leverage
0 — 999 1:2,000
1,000 — 4,999 1:1,000
5,000 — 9,999 1:600
10,000 — 29,999 1:400
30,000 — 149,999 1:200
150,000 or more 1:100


Leverage yang berikut akan berlaku untuk account Classic:

Equity, USD Maximum leverage
0 — 29,999 1:400
30,000 - 149,999 1:200
150,000 or more 1:100



Selain itu, saat ini kami menyarankan klien kami memperbarui Terminal, sejak tanggal 1 Juni 2012, dukungan untuk terminal klien dengan membangun kurang dari 416 akan dihentikan.

Selengkapnya https://www.exness.com